Pengertian Metode Problem Based Instruction (PBI)

Pengertian Metode Problem Based Instruction (PBI)
Problem Based Instruction (PBI) adalah suatu model pengajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik. Masalah autentik dapat diartikan sebagai suatu masalah yang sering ditemukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode Problem Based Instruction (PBI) siswa dapat dilatih menyusun sendiri pengetahuannya, mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, mandiri serta meningkatkan kepercyaan diri. Selain itu dengan pemberian masalah autentik, siswa dapat membentuk makna dari bahan pembelajaran melalui proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan lagi (Nurhadi , 2004).

Problem Based Instruction (PBI) dikenal dengan nama lain seperti pembelajaran proyek (Project-based teaching), pendidikan berdasarkan pengalaman (Experience-based education), pembelajaran autentik (Authentic Learning), dan pembelajaran berakar pada kehidupan nyata (Anchored Instruction).

Dalam Problem Based Instruction (PBI) guru berperan sebagai penyaji, mengadakan dialog, membantu dan memberikan fasilitas penyelidikan. Selain itu, guru juga memberikan dorongan dan dukungan yang dapat meningkatkan pertumbuhan intelektual siswa (Ibrahim, 2001). Hal yang perlu mendapat perhatian dalam Problem Based Instruction (PBI)  adalah pemberian masalah kepada siswa yang berfungsi sebagai motivasi untuk melakukan proses penyelidikan. Disini guru mengajukan masalah, membimbing dan memberikan petunjuk dalam pemecahan massalah.

Problem Based Instruction (PBI) pertama kali diperkenalkan pada tahun 1966, oleh Faculty of Health of Mc Master University di Kanada (Trianto,2007), perkembangan Problem Based Instruction (PBI) di pengaruhi oleh tiga fikiran utama yaitu:
1.    John Dewey dan kelas Demokrasi
John Dewey dalam Ibrahim & Nur (2000 : 15) mengemukakan pandangan pentingnya demokrasi dan pendidikan, siswa dalam pandngan Dewey hendaknya diberi kebebasan untuk menganalisis masalah intelektual dan sosial yang ada dalam masyarakat, kemudian memecahkan permaslahan di sekolah. Pandangan Dewey merupakan pandangan filosofis perkembangan  Problem Based Instruction (PBI).

2.    Piaget, Vygotsky, dan kontruktivisme
Jean Piaget dalam Ibrahim & Nur (2000 : 17) mengemukakan pandangan mengenai kontruktivis-kognitif, menurut Piaget siswa dalam segala usia aktif dalam memperoleh informasi dan pembangunan pengetahuan sendiri. Pengetahuan akan bertambah dan berubah (termodifikasi) jika melalui pengalaman baru.
Menurut Piaget dalam Ibrahim & Nur (2000 : 17) pedagogi yang baik harus melibatkan pemberian anak dengan situasi-situasi dimana anak itu mandiri melakukan eksperimen, dalam arti yang paling luas dari itu, dan mencoba sesuatu untuk melihat apa yang terjadi, memanipulasi tanda-tanda, memanipulasi simbol, mengajukan pertanyaan dan menemukan sendiri jawabannya, mencocokkan apa yang ditemukan dengan tean yang lain, dan membandingkan temuan dengan teman yang lain.

Vygotsty dalam pembelajaran mempunyai pemikiran yang sama dengan Piaget tetapi lebih menekankan pada interaksi sosial, menurut Vygotsty interaki sosial dengan guru maupun teman sejawat penting dalam memacu terbentuknya ide baru maupun memperkaya perkembangan intelektual siswa. Teori perkembangan kontruktivisme-kognitif dasar ilmiah untuk Problem Based Instruction (PBI).

3.    Bruner dalam Pembelajaran Penemuan
Jerome Bruner mengemukakan teori pembelajaran penemuan, teori ini menyatakan bahwa pembelajaran yang sebenarnya terjadi melalui penemuan pribadi. Teori pembelajaran Bruner menemukan pada penalaran induktif dan inkuiri yang merupakan ciri pendekatan ilmiah. Tidak seperti pada pembelajaran langsung dimana siswa diberikan ide-ide tetapi dengan memberikan pembelajaran berdasarkan masalah atau penemuan dengan guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk menemukan teori mereka sendiri.

Tiga prinsip dalam Problem Based Instruction (PBI).
  1. Dalam ruangan guru merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan masalah, dimana pembelajaran dapat dilakukan di luar atau di dalam kelas, hal ini dilakukan untuk meningkatkan interaksi dengan teman lainnya dan mengacu terbentuknya ide baru dalam perkembangan intelektual siswa.
  2. Menyajikan pemecahan masalah dengan menggunakan latihan
  3. Peraga (model) pembelajaran berdasarkan masalah yang mendukung dalam proses pembelajaran diantaranya tabel, laporan, poster, yang membantu mereka untuk belajar memecahkan masalah.
Sumber bisa Download di sini.
Post a Comment