Kumpulan Makalah, Skripsi, Tesis, Cara, Setting, Computer

MAKALAH LINGKUNGAN TENTANG KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN

MAKALAH LINGKUNGAN TENTANG KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN

TUGAS PENCEMARAN LINGKUNGAN
KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN
BAYU GAGAT PRASASTI
E34090067

DEPARTEMEN
KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011

Sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan sumber yang penting bagi  kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya. Sumberdaya alam menyediakan sesuatu yang diperoleh dari lingkungan fisik untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, sedangkan lingkungan merupakan tempat dalam arti luas bagi manusia dalam melakukan aktifitasnya. Untuk itu, pengelolaan sumber daya alam seharusnya mengacu kepada aspek konservasi dan pelestarian lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam yang hanya berorientasi ekonomi hanya membawa efek positif secara ekonomi tetapi menimbulkan efek negatif bagi kelangsungan kehidupan umat manusia. 
Salah satu dampak yang terjadi pada lingkungan dari permasalahan tersebut adalah pencemaran lingkungan. Secara umum, pencemaran lingkungan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori yaitu pencemaran air, tanah, dan udara. Kegiatan manusia sehari-hari dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari, secara tidak sengaja telah ikut andil dalam pencemaran lingkungan. Tidak hanya itu, pembangunan dengan berbagai aktivitas masyarakat juga mempunyai pengaruh langsung terhadap daya dukung lingkungan yang menyebabkan permasalahan lingkungan seperti pencemaran lingkungan.

Masalah pencemaran air misalnya pembuangan detergen ke perairan dapat mencemari air dan berdampak buruk pada organisme yang terdapat diperairan. Selain itu, pemberian pupuk kimia pada lahan pertanian yang tidak terurai sempurna kemudian terbawa oleh air hujan dan masuk ke perairan. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air seperti eceng gondok dan alga tumbuh subur dan menutupi perairan sehingga cahaya matahari tidak dapat menembus hingga dasar perairan yang mengakibatkan tumbuhan dibawah air tidak dapat berfotosintesis sehingga mengurangi kadar oksigen dalam air.

Akibat hal-hal tersebut kerentanan sumberdaya air semakin meningkat baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Dengan kondisi tersebut, tidak jarang terjadi konflik antar sektor. Konflik pemanfaatan air tidak hanya merupakan permasalahan antar sektor bahkan telah menjadi masalah dalam pengalokasian antar wilayah.
Pencemaran tanah juga permasalahan lingkungan yang penting karena tanah merupakan tempat hidup manusia dan mayoritas makhluk hidup lainnya. Kualitas tanah dapat menurun karena proses erosi oleh air yang mengalir sehingga kesuburan tanah menurun. Selain itu menurunnya kualitas tanah juga dapat disebabkan oleh limbah padat yang mencemari tanah. Limbah padat tersebut dapat berasal dari limbah rumah tangga, industri dan alam. 

Limbah yang paling banyak mencemari tanah adalah limbah dari rumah tangga terutama sampah plastik. Masyarakat tanpa sadar telah mencemari tanah dengan membuang sampah plastik sembarangan. Padahal sampah plastik tidak dapat terurai sempurna dalam tanah. Plastik tersebut akan berada dalam tanah selama puluhan bahkan ratusan tahun dan menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah. Zat kimia yang berada dalam tanah akan menyebar dalam tanah kemudian diserap oleh tumbuhan sehingga tumbuhan yang menyerap zat tersebut pertumbuhannya akan terganggu bahkan mati.

Selain pencemaran air dan tanah juga ada pencemaran udara. Pencemaran udara disebabkan oleh adanya unsur – unsur yang mengotori udara. Pencemaran udara adalah adaya unsur fisik, kimia aatau biologi di atmosfer dalam jumlah yang berlebih dan dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup termasuk manusia, mengganggu kenyamanan dan merusak susunan unsur yang terdapat di udara.
Salah satu polusi udara yang mencemari udara adalah asap kendaraan bermotor. Polusi udara yang berasal dari asap kendaraan berupa CO menjadi racun yang berbahaya bagi kesehatan jika terhisap. Hal tersebut dapat menyebabkan keracunan bahkan dapat menyebabkan kematian. 

Manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap  lingkungannya, secara hayat ataupun kultural, misalnya manusia dapat menggunakan air yang tercemar dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi, bahkan produknya dapat menjadi komoditas ekonomi. Tetapi untuk mendapatkan  mutu lingkungan hidup yang baik, agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk mampu memperkecil resiko kerusakan lingkungan.

Namun demikian, hal tersebut dapat dikurangi bahkan dihindari jika manusia memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Pencemaran lingkungan yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh pola hidup manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan dan dampak yang akan terjadi. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh manusia tidak dapat dihindari, yang dapat dilakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Oleh karena itu, masyarakat harus mengambil peran penting dalam menjaga lingkungan agar dapat terbebas dari pencemaran yang berdampak pada segala aspek baik kesehatan maupun kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengubah pola hidup masyarakat menjadi peduli lingkungan.

Sumber Referensi
Hastuti EP. 2011. Peran Masyarakat dalam Menyikapi Kerusakan Lingkungan akibat Limbah Industri. Batam. Jurusan Matematika Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Kepulauan Batam.
Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. 2002. Rencana Strategis Daerah Propinsi DKI Jakarta 2002-2007. Jakarta.
Sarminingsih A. 2008. Kajian Upaya Konservasi Sumberdaya Air dalam Peningkatan Kesadaran Masyarakat. Jurnal Presipitasi 5 (2): 42-48.
Widyasari IP. 2008. Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah di Kelurahan Jomblang Kota Semarang [Tesis]. Semarang. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang.
  





share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by rahmat hidayat, Published at July 24, 2018 and have 0 comments

No comments:

Post a Comment