MAKALAH PSIKOLOGI TENTANG RUMPUN PSIKOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Penggunaan bermacam – macam model dan metoda pengajaran, di sekolah masih amat terbatas, sekalipun setiap model pengajaran yang telah di kenal oleh dunia pendidikan dewasa ini mempunyai dasar – dasar psikologi dan pengalaman terapan yang cukup kuat. Dalam pembahasan tentang model – model mengajar akan di bicarakan hakekat model mengajar , dampak instruksional dan dampak pengiring, serta prosedur dasar penggunaan setiap model, kemudian akan di perkerkenalkan rumpun besar keluarga model – mdel mengajar, yaitu rumpun model pemrosesan informasi dan rumpun besar model prilaku. Pembicaraan tentang model mengajar tidak akan sampai membicarakan bagaimana cara dan teknik – teknik mengajar secara detail dan operasional, karena materi yang terakhir ini adalah materi bidang model mengajar dalama kaitannya dalam bidang psikologi pendidikan adalah lebih banyak membicarakan pola, berbagai landasan teoritik dan asumsi serta langkah – langkah startegi pengajaran, tidaklah mungkin semua model di dalam model ini, oleh karena itu ada dua rumpun besar model yang tidak di bicarakan di sini. Yaitu besar model mengajar personal dan rumpun besar model mengajar sosial. Banyak sekali model – model mengajar yang tercakup pada setiap rumpun model mengajar, seluruhnya tidak kurang dari dua puluh model. Dan akan hanya membicarakan beberapa model mengajar saja yaitu
:
1.Model latihan inkuri
2.Model persentase kerangka dasar (advance organizer)
3.Model pengembangan berpikir
4.model belajar tuntas (Mastery Learning)
Perumusan Masalah
Dalam pembuatan karya tulis ini dapat penulis rumuskan sebagai berikut; apa yang di sebut dengan model mengajar inkuri dan apa model presentasi kerangka dasar (advance organizer) dan bagaimana cara model mengembangkan berpikir dan masalah yang di bahas dalam karya tulis ini untuk lebih terarah dan tidak terlalu jauh maka penulis membatasi masalah hanya model pemprosesan informasi

Tujuan Penelitian
Karya tulis ini untuk memenuhi salah satu tugas mandiri mata kuliah Psikologi Pendidikan yaitu tentang belajar mengajar dengan tujuan agar para mahasiswa dapat memahami berbagai model dan metode mengajar di sekolah dasar dan menerapkannya secara tepat. Ataupun untuk menambah wawasan dan pengetahan tentang rumpun model pemprosesan informasi dari model dan metode mengajar

Metode – Metode Penulisan
5.Observasi menggunakan teknik ini karena ingin membuktikan secara langsung data – data yang penulis butuhkan sehingga dapat mengatahui permasalahannya
6.Book service, metode ini penulis gunakan karena penulis ingn membaca dan mempelajari buku – buku yang penulis dapatkan dari perpustakaan yang dijadikan penunjang dalam pembuatan karya tulis ini dan sebagai bahan perandingan teoritas dan praktis dalam pelaksanaan belajar mengajar melalui model pemrosesan informasi



BAB II
RUMPUN MODEL PEMROSESAN INFORMASI

A.Pengertian Dasar
Rumpun model pemprosesan informasi mencakup sejauh mana caranya mempertinggi kesadaran siswa atau murid terhadap dunia luarnya. Melalui kemampuan memproses informasi hal ini di lakukan dengan pengembangan berbagai dorongan dalam diri siswa untuk mengendalikan stimulasi dengan jalan mengumpulkan dan mengorganisasikan data menyadari dan memecahkan masalah, serta mengembangkan konsep dan kemampuan menggunakan lambing verbal dan non verbal jadi efisiensi model ini mendorong murid agar mampu mengolah dan menguasai informasi, dan dapat memperbaiki kesalahan dalam cara – cara menguasi informasi
Bermacam – macam model mengajar terdapat di dalam rumpun ini beberapa diantaranya lebih menkankan kepada mempersiapkan murid dengan informasi dan konsep, model ini menekankan pada pembentukan konsep dan pengujian hipetensis, ada lagi model yang lebih menekankan pada berfikir kreatif. Umumnya model – model pengajaran dalam rumpun ini amat berguna bagi pelajar yang ingin mencapai tujuan pendidikan personal dan sosial tiga dari sekian banyak model pengajarar yang termasuk rumpun ini adalah:
1.Model Mengajar Inkuri
2.Model Presentasi kerangka dasar atau advance organizer
3.Model mengambangkan berfikir

B.Model Mengajar Inkuri
Ide pokok model – model mengajar inkuri berasal dari pemikiran John Dewey. Di dalam bukunya How we thing 1933, Dewey memperkenalkan istilah berfikir reflektif yang dimaksud reflektif ialah usaha yang aktif, hati – hati dan pengujian secara tetap terhadap keyakinan seseorang atau pengetahuan tertentu berdasarkan dukungan kenyataan, ide inilah yang kemudian di kembangkan oleh banyak pakar pendidikan dan psikologi. Berbagai istilah kemudian mereka gunakan untuk maksud yang kira – kira sama yaitu pendidikan inkuri
1.Carte v. Good (1959), mendefiniskan inkuri sebagai pendekatan (problem Solving) atau pemecahan masalah dalam belajar. Setiap fenomena baru yang menantang menimbulkan reaksi untuk berfikir
2.Bernice Gold Mark (1965) sebagai pola bereaksi dalam bentuk bertanya yang terarah untuk menguji suatu nilai meurut dia. Bertanya itu amat penting sebagai bentuk mereaksi dan sebagai tanda adanya peserta didik yang aktif.
3.Sedangkan definisi menurut Feton (1966)
Menekankan proses, Inkuri adalah proses yang memungknkan anak didik menafsirkan masa lampau, dan menemukan masalah-masalah personal dan sebagai isu lainnya di dalam masyarakat.
4.Inkuri dirumuskan sebagai proses belajar yang memberikan kesempatan pada anak didik untuk aktif menguji dan menafsirkan problem secara ilmiah yang memberikan konklusi berdasarkan pembuktian.
Hubungan lingkaran data teori ini adalah dinamis. Alat yang menggerakkan terjadi hubungan dinamis ini adalah berkat adanya proses inkuri itu sendiri.
Lingkaran proses itu ada dua (2) yaitu :
1.Gerakan dinamis dari teori kedata yang mencakup tahap proses penggunaan teori pengumpulan (generating)
2.Gerakan dinamis dari data ke teori, mencakup dua tahap, yaitu proses pengorganisasian data dan proses penggunaan data.
Proses penggunaan teori dapat terjadi berkat penggunaan alat berupa hipotesis, ramalan (prediksi), asumsi, interpolasi, dan lain-lain. Alat pengumpulan data berwujud dalam bentuk observasi, pengukuran, interview, eksperimen.
Alat yang digunakan dalam proses pengorganisasian data antara lain adalah menulis, mendengarkan, menggambar, menyususn grafik, membuat bagan dan lain-lain.
Sedangkan alat dalam penggunaan data adalah bentuk penjelasan, menyimpulkan, mengabstraksi, berteori dan lain sebagainya.

Tujuan umum penggunaan Inkuri adalah menolong anak didik mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan yang dibutuhkan dengan memberikan pertanyaan dan pendapatan jawaban atas dasar keingintahuan mereka. Oleh karena itu karakteristik umum kegiatan belajar mengajar dengan modal Inkuri adalah sebagai berikut :
1.Penentuan problem atau masalah
2.Perumusan hipertesi atau jaaban tentative
3.Pengumpulan dan pengolahan data
4.Merumuskan kesimpulan
Richard Suchman telah mengembangkan salah satu jenis model Inkuri yang di sebutnya latihan Inkuri atau Ingury Training dengan pola sebagai berikut :
1.Tahap-tahap Model (Syntax)
Latihan Inkuri mempunyai lima (5) tahap :
a.Berupa penyajian masalah kegiatan tahap pertama in terdiri dari penjelasan prosedur Inkuri dan mengemukakan masalah
b.Berupa pengumpulan dan vertivikasi data, dengan bentuk kegiatan membuktikan hakikat objek dan kondisi, serta menyelidiki peristiwa atau situasi masalah.
c.Mengadakan eksperimen dan pengempulan data, kegiatannya antara lain mengelompkkan dan memisahkan variable merumuskan hipotesis dan mengetes hubungan sebab akibat.
d.Merumuskan penjelasan, antara lain dalam bentuk kegiatan menyusun kaidah atau penjelasan.
e.Mengadakan analisi tentang proses Inkuri, antara lain kegiatan menganalisa strategi dan mengembangkan Inkuri secara lebih efektif.
2.Sistem Sosial
Sistem sosial yang amat penting unutk menunjang model Inkuri ini adalah perlu di tumbuhkan kerja sama (cooperative) yang baik antara dan murid serta antara murid sendiri, serta perlu ada kerapian dan ketetapan dalam bekerja.
3.Prinsif Mereaksi
Ketetapan reaksi guru yang amat diperlukan terletak dalam tahap 2 dan 3 karena murid masih amat perlu di dorong dan di arahkan dalam berinkuri.
Tugas guru dalam tahap 2 adalah membanu murid untuk mampu bertanya atau berinkuri, apabila guru ditanyai pertanaan yang tidak dapat dijawab hanya dengan ya atau tidak, sebaiknya guru meminta murid kembali memperbaiki pertanyaannya atau mengemukakan data yang berhubungan dengan problema atau masalah. Dalam fase terakhir peranan guru adalah menjaga agar inkuri langsung terarah pada proses pembuktian dan penemuan itu sendiri.

4.System Penunjang
Sistem penunjang pertama dalam model ini adalah perlunya penguasaan atau faktor-faktor yang mungkin bertentangan dengan model, seperti perlunya pengertian yang mendalam dari guru sendiri akan proses kebebasan intelektual dan strategi inkuri itu sendiri, serta menyediakan sumber material yang di perlukan bagi pemecahan masalah.

Dampak intruksional penerapan model latihan inkuri dapat berupa :
1.Tumbuhnya keterampilan menggunakan proses ilmiah dalam memecahkan masalah.
2.Menguasai strategi untuk menggunakan inkuri secara kreatif.
Sedangkan dampak pengiring yang mugkin muncul :
1.Tunbuhnya semangat kreativitas dalam diri murid
2.Tumbuhnya sikap kebebasan dan otonomi dalam belajar
3.Tumbuhnya sikap toleransi
4.Menyadari adanya sifat kesementaraan dari ilmu pengetahuan.
Gambar
Dampak intruksional dan dampak pengiring

L-1 : Latihan Inkuri
___________ : Efek Instruksional
-------------- - : Efek Pengiring
Contoh pelaksanaan model inkuri di kelas ………

C.Model Mengajar Advance Organizer
Model mengajar Advance Organizer adalah salah satu model dalam Rumpun pemprosesan informasi. David Ausubel (1963-1968) adalah salah seorang pakar dalam psiklogi; pendidikan yang mengemukakan secara jitu pendidikannya tentang masalah belajar verbal yang dapat diperbaiki sehingga mengandumng “makna” atau meaningful teorinya menyangkut tiga hal :
1.Bagaimana ilmu itu diorganisasikan artinya bagaimana seharusnya isi kurikulum itu di tata
2.Bagaimana proses berpikir itu terjadi bila berhadapan dengan informasi baru.Artinya bagaimana proses berpikir ketika proses belajar terjadi
3.Bagaimana guru seharusnya mengajarkan informasikan baru itu sesuai dengan teori tentang isi kurikulum dan teori belajar.

Berdasarkan ketiga teori itu. Asubel mengajukan konsep yang disebt Advance Organizers, yaitu organisator tertinggi yang bersifat utuh dan komprehensif dari suatu materi yang ingin diajarkan. Advance Organizer berupa kerangka – kerangka dasar yang menjadi batang tubuh. Batang materi yang akan dipresentasikan. Yang isinya merupakan penjelasan, integrasi, dan interelasi konsep – konsep dasar dengan struktur dan organisasi dan umumnya dari materi yang akan di ajarkan. Tetapi dia bukan abstraksi atau kesimpulan bahan. Dia adalah kerangka utama yang di susun berdasarkan konsep – konsep dasar, proposisi, generalisasi prinsif – prinsif dan hukum – hukum yang ada di suatu disiplin ilmu. Kerangka ini menjadi pengantar tugas belajar murid tentu saja untuk menyusunnya di perlukan waktu, karena bahan ini harus di pelajari, dimengerti dan di kuasai terlebih dahulu

Model advance organizer ini di desain sebagai cara untuk memperkuat sturktur kongnitif pengetahuan murid. Juga untuk memeperkuat penyimpanannya dalam diri anak. Yang dimaksud struktur kongnitif adalah pengetahuan yang di miliki seseorang dalam bidang studi tertentu yang setiap saat tersimpan dan terorganisasi secara baik. Jelas dan selalu stabil dalam ingatan

Menurut Ausubel fungsi struktur kongnitif yang sudah ada pada diri seseorang, adalah menjadi factor utama yang amat menentukan apakah suatu materi atau informasi baru yang akan di terima mempunya makna atau tidak, dan sejauh mana materi ini dapat di pelajari dan di simpan. Tugas guru sebalum materi baru di presentasikan, adalah lebih dahulu membenahi dan mengingatkan stabilitas dan kejelasan pengetahuan lama yang telah ada pada anak didik

Belajar bermakna berbeda dengan belajar menghapal atau rote learning. Belajar dengan menghapal tidak membentuk berfikir yang konseptua, dan kritis, tidak terjadi transformasi pengetahuan baru ini sebaiknya dilakukan secara kreatif dan dalam bentuk situasi baru. Apakah suatu materi bermakna atau tergantung pada dua hal:
a.anak didik dan materi itu sendiri, dan bukan pada metode penyampaian
b.bila anak didik memulai dengan cara yang benar, dan materi secara fotensional mengandung makna, maka peristiwa belajar yang bermakna itu terjadi
c.meaningful learning atau belajar bermakna tercapai bila terjadi keterkaitan intelektual antara apa yang telah di pelajari dengan pengetahuan yang baru
Bagaimana suatu mata pelajaran itu di susun dan di organisasikan adalah sama dengan bagaimana cara manusia menyusun dan menata pengetahuannya di dalam pikiran, struktur konsep setiap disiplin ilmu dapat dikenal dan tentu saja dapat di ajarkan kepada murid, struktur ini membentuk suatu sistem proses infomasi dalam otak, yang kemudian berfungsi sebagai “peta intelektual” yang di gunakan untuk menganalisa dan memecahkan berbagai masalah. Struktur pengetahuan yang terdapat dalam pikiran manusia sama dengan struktur suatu disiplin ilmu. Di dalam pikiran manusia. Informasi itu disusun dan di tata sesuai urutan – urutan hierarkinya

D.Langkah – Langkah Model Advance Organizer
Pelaksanaan model ini melalui 3 fase yaitu:
1.Fase pertama, pengajian atau prentasi advance organizer itu sendiri ini terdiri dari tiga kegiatan yaitu menjelaskan tujuan pelajaran, menyajikan secara amat singkat kerangka dasar (advance organizer), menjelaskan pengertian dan setiap atribut yang terdapat di dalamnya, dan merangsang kembali pengetahuan dan pengalaman murid yang sudah ada dan di sesuaikan dengan konteks yang di ajarkan dengan cara memberikan contoh

2.Fase Kedua, eksplorasi lebih lanjut mengenai kerangka yang telah di sampaikan menjadi tugas belajar atau materi pengajaran. Esensi materi yang di sajikan tidak cukup hanya di jelaskan oleh deinisi, tetapi guru menguraikan lebih lanjut. Di sini guru dan murid bersama – sama mengembangkan kerangka advance organizer itu menjadi materi yang secara logis dapat di mengerti oleh murid, terutama tentang keterkaitan unsur – unsur yang terdapat di dalamnya. Mungkin ini diperlukan pengulangan – pengulangan sehingga materi itu menjadi kenal dan asing bagi anak

3.Fase ketiga, bertujuan memeperkuat struktur kongnitif anak, fase ketiga ini berbeda dengan fase kedua, disini lebih di tekankan pada keaktifan murid, harus banyak mengambil inisiatif bertanya dan mengajukan komentar, murid dan guru banyak bertukar pikiran dalam fase ini. Muri juga diharapkan dapat menggunakan prinsif – prinsif integrative untuk menjawab dan menghubungkan materi yang sudah di pelajari dengan materi yang baru, murid harus dapat berperan sebagai penangkap yang aktif dan berfikir kritis

Sistem Sosial Advance Organizer
Kemampuan guru mengolah interaksi guru dan murid amat menentukan antara lain dapat mengembangkan dari peran guru yang aktif (fase pertama) menjadi peran guru yang aktif (fase ketiga) keterkatan yang jelas harus terjadi antara materi yang di pelajari dengan kerangka (organizer) yang di berikan serta interaksi itu dapat membantu muridlebih banyak mengambil inisiatif mengajukan pertanyaan dan memberikan komentar. Perlu di bangkitkan motivasi murid untuk mau mengintegrasikan apa yang baru di terima dengan paa yang sudah di ketahui sebelumnya

Prinsip – Prinsip Mereaksi Dalam Advance Organizer
Reaksi guru dengan reaksi murid banyak di tentukan oleh jelas tidaknya keberartian dan kebermaknaan materi baru yang di ajarkan itu, apa bedanya dengan apa yang sudah diajarkan itu, apa bedanya dengan apa yang sudah di ketahui relevansinya dengan kebutukan pribadi murid, dan di tentukan oleh perkembangan berfikir kritisnya.

Sistem Penunjang Lainya
Kunci utama keberhasilan model advance organizer ini terletak pada adanya perorganisasian yang baik dalam materi yang di ajarkan. Materi yang terorganisasikan dengan baik itu antara lain ditandai oleh adanya hubungan yang terintegrasi dan tepat antara kerangka utama (organizer) dengan isi materi yang diajarkan. Model ini memerlukan pedoman cara membentuk bangunan suatu materi pengajaran
Dampak Intruksional Dan Dampak Pengiring Advance Organizer
Ada dua dampak intruksional yang dapat di harapkan dari model ini, yaitu terbentuknya struktur konseptual dan terbentuknya hubungan yang bermakna (meaningfull) antara informasi dan ide
Sedangkan dampak pengiring adalah tumbuhnya minat berinkuri dan siap untuk berfkir kritis dan tepat.



AD : Advance Organizer
__________ : Dampak Intruksional
---------------- : Dampak Pengiring

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Rumpun model pemprosesan informasi di tandai oleh tujuan yang ingin meningkatkan kemampuan murid dalam mengelola dan menguasai informasi yang di berikan (termasuk yang ada di lingkungannya. Kemampuan ini amat di perlukan baik untuk pribadi murid, maupun untuk kepentingan social. Modal inkuri sebagai salah satu anggota rumpun pemprosesan informasi terfokus pada proses “bertanya” dengan pola data – teori atau teori – data, murid I harapkan amat aktif. Asumsi dasarnya adalah bahwa anak memiliki kebebasan dalam menguasai informasi, tahap – tahap model inkuri di dasarkan atas urusan proses berfikir ilmiah: perumusan masalah – perumusan jawaban duga (hipotesis) – mengumpulkan dan mengolah data – memberikan kesimpulan.

Anggota rumpun informasi lainya adalah model mengajar advance organizer yang merupakan model memperbaiki dan mengembangkan model yang sehari – hari sering di gunakan oleh guru, yaitu model mengajar “ceramah” atau “presentasi” atau model mengajar “ekspositori”. Model advance organizer memperbaiki kelemahan model presentasi dengan jalan pelajaran terhadap murid di mulai dari penyajian sebuah “batang tubuh” materi yang telah di rangkai secara kokoh sebelumnya oleh guru, baru kemudian diberikan rincian penjelasannya. Sifatnya dedukatif dengan tujuan membentuk dan memperkokoh struktur pengetahuan kongnitf anak didik. Model ini bukan model pelajaran menghafal, tetapi model yang menekankan pada belajaran yang mengandung makna, atau meaningful learning


Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "MAKALAH PSIKOLOGI TENTANG RUMPUN PSIKOLOGI"

Silakan berkomentar di anakciremai.com, Maaf Jika komentar anda berbau spam akan saya hapus.