o BAHASA INGGRIS PRONOLOGI - Anakciremai

Header Ads

  • Breaking News

    BAHASA INGGRIS PRONOLOGI

    PHONOLOGY
    Phonology is the study of how the sound are produced
    The sound/phoneme: the smallest unit of sound, which distinguishes the meaning
    - Big  bag
    Phoneme:
    1. Segmental Phoneme
    - Vowel  a. Simple b. Diphthong
    - Consonant  a. fricative b. nasal c. stop d. literal e. blitzing
    2. Supra segmental Phoneme
    - Pitch
    - Stress
    - Intonation
    - Juncture
    Organ of speech
    1. Lip
    2. Teeth
    3. Tongue
    4. Palate
    5. Larynx
    6. Vocal cord

    Fonetik : bagian dari general linguistics yang mempelajari proses ujaran
    Bunyi ujaran (speech sound) dalam prakteknya selalu melibatkan tiga aspek:
    - Pengujar oleh sipenutur
    - Gelombang suara ujaran yang berlalu lewat udara
    - Penerimaan oleh pihak penerima

    Alat-alat ujar, yaitu:
    1. Bibir (lips) : Menghasilkan bunyi /p/, /b/, /m/, /w/ memodifikasi kualitas vowel /u:/, /I:/ bisa menghasilkan bunyi /f/, /v/ dalam bahasa Inggris
    2. Gigi (the teeth) : bersama dengan ujung lidah menghasilkan bunyi /a/, / /
    3. The teeth ridge : selalau dipakai berasama ujung lidah  /t/, /d/, /n/, /s/, /z/.
    4. Langit – langit keras palate /j/
    5. Langit – langit lembut /n/, /m/, /n/
    6. Anak tekak / uvula /r/
    7. Lidah / tongul, terbagi 3 bagian:  Blade, Front, back
    8. Farinx
    9. Katup pangkal tenggorokan (epiglotik)
    10. Larinx
    Secara garis besarnya bunyi ujaran dihasilkan secara voiced atau voiceless

    Phonetic transcription
    Adalah notasi yang teridiri dari lambang-lambang yang langsung secara konsisten menimbulkan bunyi fonem tertentu
    Klasifikasi bunyi ujaran
    1. Vowel: bunyi ujaran yang bersuara yang dalam pengujarannya tiada yang menghalangi, sebagian atau seluruhnya, lewatnya udara dari paru-paru
    2. Konsosnan bunyi ujaran bersuara atau tak bersuara yang dalam pengujarannya terda[ay halangan untuk melewatinya udara dari paru-paru sebagai akibat dari penyempitannya jalan udara atau tertutup sama sekali
    Klasifikasi Vowel
    Vowel memiliki 2 ciri terpenting:
    - Kualitas vowel : kualitas bunyinya yang ditentukan oleh bentuk riang gema dalam mulut dan posisi bibit
    - Kuantitas vowel: lamanya waktu dari vowel tersebut

    Bentuk dan ruang gema ditentukan oleh posisi lidah dan bibir. Lidah membantu pembentukan ruang dalam 2 hal:
    A. Tingginya lidah diangkat
    B. Bagian lidah yang diangkat
    Tingginya lidah diangkat terbagi, atas:
    - Close, half close, half open dan open
    Bagian lidah yang diangkat
    - Front, the center, the back
    Berdasarkan tingginya lidah diangkat kita membedakan empat kelompok vowel, yaitu:
    Half close vowels  dalam arti kulasinya lidah diangkat setinggi mungkin tanpa adanya bunyi friksi
    Close vowel  Dalam arti kulasinya lidah mengambil posisi kira-kira 2/3 jarak close ke open
    Half op[en vowels  dalam arti kulasinya lidah pada posisi 2/3 dari close ke open
    Open vowels  dalam arti kuaslinya lidah ditempatkan serendah mungkin
    Klasifikasi vowels menurut bagian lidah yang dianjurkan
    1. Front vowels  dalam arti kulasi bagian depan lidah diangkat ke langit-langit keras
    2. Back vowels  dalam arti kulasi bagian belakang di tinggikan ke langit-langit lembut
    3. Central vowels
    Berdasarkan posisi bibir:
    1. Unrounded vowels  bibir menyebar atau netral /i/, /e/
    2. Rounded vowels  bibir dibulatkan dan terbagi dua yaitu: open lip rounding /o/ dan close lip rounding seperti /u:/
    Klasifikasi konsonan
    Konsonan diklasifikasi, menurut:
    1. Posisi pita suara (the position of the vocal cords)
    2. Tempat artikulasi (the place of articulation)
    3. Sikat artikulasinya (the manner of articulation)
    Melihat posisi selaput suara, konsonan digolongkan ke dalam
    1. Voiced consonant  selaput suara bergetar /b/ /d/ /g/ /z/
    2. Voicelled consonant  selaput suara tidak bergetar /t/ /f/ /s/ /k/
    Berdasarkan artikulasinya, konsonan digolongkan ke dalam:
    1. Billabia  diartikulasikan dengan dua bibir /p/ /b/ /m/ /w/
    2. Labio dental  diartikulasikan dengan bibir bawah menyentuh gigi atas /v/ /f/
    3. Dental  diartikulasikan dengan ujung lidah menyentuh gigi atas seperti pada bunyi ujaran /a/ / /
    4. Alveolar  ujung lidah menyentuh the teeth ridge /t/ /d/ /s/
    5. Post alveolar  ujung lidah menyentuh bagian bagian belakang the teeth ridge /r/
    6. Palato alveolar  daun lidah menyapu the teeth ridge /j/ /3/ tj/aj
    7. Palatal  bagian depan lidah menyentuh langit-langit keras /j/
    8. Velar  bagian belakang lidah menyentuh langit-langit lembut /k/ /g/
    9. Glottal  diartikulasikan dalam glottis

    Berdasarkan sifat artikulasi ujaran kita bisa membagi konsonan secara teoritis ke dalam sejumlah kemungkinan yang bisa dilakukan mulut adalah
    1. Plosives  diartikulasikan dengan saluran udara sama sekali tertutup lalu dibuka hingga menimbulkan bunyi letup atau eksolosif, /p/ /b/
    2. Afficates
    3. Nasal
    4. Lateral
    5. Fricatives
    6. Semi vowel

    FONEM
    The smallest unit of sounds that distinjuishes meaning
    - Segment phoneme  konsonan, vokal
    - Supra segmental phoneme  pitch, stress, intonation, juncture
    Tingkatan stress
    1. Primary stress : stress yang paling kuat /’/
    2. Secondary stress : lebih lemah dari primary stess tapi lebih kuat dari tertiary stess /^/
    3. Tertiary stress : lebih lemah dari secondary stress /’/
    4. Weak stress / minimal stress /v/ derajat yang paling lemah dari semua stress
    Intonasi
    - Raising intonation
    - Falling intonation


    1 comment:

    1. kenapa pembahasan mengenai falling intonation sedkit skali

      ReplyDelete

    Silakan berkomentar di anakciremai.com, Maaf Jika komentar anda berbau spam akan saya hapus.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    7