Operator Sekolah: Dapodik, Padamu itu Musuh dan Teman Sekaligus


Dapodik dan Padamu Negeri, bagi seorang Operator Sekolah (OPS) dua nama tersebut merupakan musuh sekaligus teman dalam mengisi kehidupanya. Disebut musuh karena harus bergelut/berperang untuk mengerjakan input data dengan iming-iming batas waktu yang ditentukan pemerintah, sedangkan dikatakan sebagai teman karena merupakan pekerjaan yang diharapkan bisa mengangkat harkat dan drajat kehidupannya, bagi OPS honorer dengan harapan mudah-mudahan bisa dapat menjadi Pekerja Negeri Sipil (PNS), sedangkan bagi OPS yang sudah PNS harapannya bisa dapat tambahan pemasukan dari hasil lembur.

Namun harapan-harapan para OPS tersebut tidak semuanya indah, bahkan hampir 10% menyakitkan. Dari hasil melihat comment dan status di group Faceboo, hampir keseluruhan OPS mengeluh, terutama OPS yang honorer. Banyak sekali OPS mengeluh karena lemburnya tidak dibayar, bahkan saking emosinya ada OPS yang membanting laptopnya hingga rusak.

Sebenarnya hanya 1 Masalah yang dihadapi para OPS, yaitu kesejahteraan. walau sudah ada jatah untuk OPS yang bisa diambil dari dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), namun banyak para OPS yang tidak mendapatkannya, dan ada juga yang hanya alakadarnya.

Walaupun pendataan yang harus dikerjakan oleh OPS banyak ada PADAMU, DAPODIK, BIOUN, PPKPNS, dll. bagi operator semuanya itu tidak masalah yang penting benar itung-itungannya. ada payung hukumnya untuk kesejahteraan para OPS. Tentukanlah dari pemerintah berapa kisaran yang layak bagi OPS, supaya tidak ada kesenjangan antar OPS se-Indonesia.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Operator Sekolah: Dapodik, Padamu itu Musuh dan Teman Sekaligus"

Post a Comment

Silakan berkomentar di anakciremai.com, Maaf Jika komentar anda berbau spam akan saya hapus.