.

MAKALAH SEJARAH TENTANG SEJARAH BERDIRINYA BALAI BESAR KERAJINAN DAN BATIK YOGYAKARTA

MAKALAH SEJARAH TENTANG SEJARAH BERDIRINYA BALAI BESAR KERAJINAN DAN BATIK YOGYAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Balai Besar Kerajinan dan Batik adalah oraganisasi pelaksana teknis dalam lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang bertanggung jawab kepada Badan Penelitian dan pengembangan Industri dan Perdagangan (VPPIP). Lembaga ini didirikan pada tahun 1992 dengan Nama “textile inrichting en batik protestation”. Didirikanya lembaga ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang batik dan tekstil kepada para pengrajin. Dalam menghadapi tugas yang semakin dikenal dengan nama Balai Batik di Yogja ini pada tahun 1980 berubah menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Kerajinan Batik. Dengan menyesuaikan misi organisasi dengan kebutuhan nyata msyarakat Industri dan Perdagangan pada tahun 2002 lembaga ini menjadi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB).

B. Batasan Masalah
Batasan masalah karya tulis ini adalah?
1. Bagaimana sejarah berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik?
2. Bagaimana struktur organisasi Balai Besar Kerajinan dan Batik?
3. Bagaimana struktur kepegawaian Balai Besar Kerajinan dan Batik?
4. Bagaimana disiplin kerja di Balai Besar Kerajinan dan Batik?
5. Apa saja layanan dan fasilitas Balai Besar Kerajinan dan Batik?
6. Apa saja fungsi berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan batasan masalah di atas maka tujuan karya tulis ini adalah:
1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik
2. Untuk mengetahui struktur organisasi Balai Besar Kerajinan dan Batik
3. Untuk mengetahui struktur kepegawaian Balai Besar Kerajinan dan Batik
4. Untuk mengetahui disiplin kerja di Balai Besar Kerajinan dan Batik
5. Untuk mengetahui layanan dan fasilitas Balai Besar Kerajinan dan Batik
6. Untuk mengetahui fungsi berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik

D. Metode dan Teknik Penulisan
Metode dan teknik penelitian yang digunakan Penulis adalah:
1. Observasi, yaitu Penulis langsung datang ke lokasi untuk memperoleh informasi yang Penulis bahas
2. Wawancara, yaitu Penulis melakukan Tanya jawab dengan narasumber untuk mengetahui hal-hal yang Penulis bahas
3. Study kepustakaan, yaitu data-data yang diperoleh dari buku atau media lainnya seperti internet.

E. Sistematika Penulisan
Karya tulis ini terdiri dari tiga bab, pada bab I akan diuraikan tentang latar belakang, batasan masalah, tujuan Penulisan, metode dan teknik Penulisan.
Bab II akan diuraikan tentang sejarah berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik, struktur organisasi Balai Besar Kerajinan dan Batik, struktur kepegawaian Balai Besar Kerajinan dan Batik, disiplin kerja di Balai Besar Kerajinan dan Batik, layanan dan fasilitas Balai Besar Kerajinan dan Batik, dan fungsi berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik. Pada Bab III akan diuraikan kesimpulan dan saran.

BAB II
SEJARAH BERDIRINYA BALAI BESAR KERAJINAN DAN
BATIK YOGYAKARTA

A. Sejarah berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik
1. Tahun 1922
Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Balai Percobaan pertenuan dan batik di Bandung (textile inchihting en batik profstation) dengan tujuan untuk memberikan penyuluhan kepada pengrajin tekstil dan batik. Selanjutnya dipisah menjadi balai tekstil di Bandung dan Balai Batik di Yogyakarta.
2. Tahun 1971
Balai Batik berkembang menjadi Balai Penelitian Batik dan kerajinan
3. Tahun 1980
Menghadapi tugas yang semakin luas, maka Balai Penelitian Batik dan Kerajinan berubah menjadi Balai Besar Penelitian Batik dan Kerajinan berubah lagi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Kerajinan dan Batik
4. Tahun 2002
Berdasarkan SK Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor. 782/MPP/Kep/II/2002 dalam rangka menyesuaikan Misi organisasi dan dengan kebutuhan nyata masyarakat industri dan perdagangan, maka industri ini direorganisasi lagi menjadi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB)

B. Struktur Organisasi Balai Besar Kerajinan dan Batik
Struktur organisasi di Balai Besar Kerajinan dan Batik adalah:
1. Sub Bagian Program dan Pelaporan
2. Sub Bagian Keuangan
3. Sub Bagian Kepegawaian
4. Sub Bagian Umum Bidang Saran Riset dan Standarisasi
5. Bidang Pengembangan Usaha
6. Bidang Pengembangan Kompetesi Alih Teknologi
7. Bidang Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi
8. Seksi Pemasaran
9. Seksi Teknologi dan Informasi
10. Seksi Standarisasi Kelompok Jabatan Fungsional
11. Seksi Pengujian
12. Seksi Sertifikasi
13. Seksi Kalibrasi
14. Seksi Konsultasi
15. Seksi Pelatihan Teknis
16. Seksi Alih Teknologi dan Inkulturasi

C. Struktur Kepegawaian Balai Besar Kerajinan dan Batik,
Di dalam lembaga Balai Besar Kerajinan dan Batik terdapat banyak pegawai yang terbagi kedalam sub-sub bagian dan seksi-seksi sesuai dengan tugas dan keahlian mereka masing-masing yang disebut Jabatan Fungsional diantaranya:
1. Bagian Tata Usaha (TU), terdiri atas:
a. Sub Bagian Program dan Pelaporan
b. Sub Bagian Keuangan
c. Sub Bagian Kepegawaian
d. Sub Bagian Umum
2. Bidang Pengujian, terdiri atas:
a. Seksi Pengujian
b. Seksi Sertifikasi
c. Seksi Kalibrasi
3. Bidang Pengembangan Kompetisi dan Alih Teknologi
a. Seksi Konsultasi
b. Seksi Pelatihan Teknis
c. Seksi Alih Teknologi dan Inkulturasi

D. Disiplin Kerja Balai Besar Kerajinan dan Batik
Untuk menjalankan pekerjaan dengan baik dan teratur, Balai Besar Kerajinan dan Batik membuat peraturan-peratuan kerja yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh para pegawai dan kilasan peraturan-peraturan tersebut diantaranya:
1. Mempunyai keahlian di dalam bidang pekerjaannya masing-masing
2. Pembagian kerja
3. Bekerja sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan
4. Prinsip 5R (Ringkas, Resik, Rapi, rawat, dan rajin)
E. Layanan dan Fasilitas Balai Besar Kerajinan Dan Batik
Layanan pada industri Balai Besar Kerajinan dan Batik adalah sebagai berikut:
1. Pelatihan di bidang kerajinan dan batik
2. Workshop mengenai kerajinan dan batik
3. Perekayasaan peralatan untuk kerajinan dan batik
4. Pengujian barang kerajinan dan batik
5. Sertifikasi, meliputi spesifikasi produk tipe 1-8, dengan ruang lingkup kerajinan dan batik.
Adapun fasilitasnya antara lain:
1. Luas bangunan : 6.000 m²
2. Tenaga ahli dan teknisi: 230 orang
3. Laboratorium
a. Laboratorium kerajinan bamboo, rotan, kayu, sant, kerang
b. Laboratorium perhiasan
c. Laboratorium proses batik
d. Laboratorium zat warna alam
e. Laboratorium garmen / fashion
f. Laboratorium desain batik dan garmen
g. Laboratorium teknologi pencemaran
h. Laboratorium desain dan engineering
i. Laboratorium uji komoditi LKB

4. Perpustakaan
Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) memiliki perpustakaan yang dilengkapi dengan buku-buku atau literatur mengenai kerajinan dan batik. Dengan lebih dari 12.000 koleksi buku dan majalah, boleh dikatakan perpustakaan Balai Besar Kerajinan dan Batik terlengkap di Indonesia di bidang kerajinan dan batik. Balai Besar Kerajinan dan Batik juga memiliki 1 terbitan majalah ilmiah yaitu “Dinamika Kerajinan dan Batik”.

F. Fungsi Berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik
Fungsi berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik, diantaranya:
1. Melaksanakan pemasaran, kerjasama, pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi
2. Melaksanakan perencanaan, pengolahan dan koordinasi sarana dan prasaran kegiatan penelitian dan pengembangan di lingkungan Balai Besar Kerajinan dan Batik, serta penyusunan dan penerapan standarisasi industri kerajinan dan batik.
3. Melaksankan Pengujian dan sertifikasi bahan baku, bahan pembantu, dan produk industri kerajinan dan batik, serta kegiatan kalibrasi mesin dan peralatan
4. Melaksanakan pelayanan jasa teknis bidang teknologi bahan baku, bahan pembantu, proses, produk, peralatan, dan pelaksanaan pelayanan dalam bidang penelitian teknis, konsultasi alih teknologi, serta rancang bangun dan perekayasaan industri, inkubasi dan penanggulangan pencemaran industri.
5. Pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balai Besar Kerajinan dan Batik.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Sejarah berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik
Dalam rangka menyesuaikan Misi organisasi dan dengan kebutuhan nyata masyarakat industri dan perdagangan, maka industri ini direorganisasi lagi menjadi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB)
2. Struktur organisasi Balai Besar Kerajinan dan Batik
Terdapat beberapa struktur oraganisasi di Balai Besar Kerajinan dan Batik diantaranya:
a. Sub Bagian Program dan Pelaporan
b. Sub Bagian Keuangan
c. Sub Bagian Kepegawaian
d. Sub Bagian Umum
3. Struktur kepegawain Balai Besar Kerajinan dan Batik
a. Bagian TU
b. Bagian pengujian
c. Bagian pengembangan kompetisi dan alih teknologi
4. Disiplin kerja di Balai Besar Kerajinan dan Batik
a. Mempunyai keahlian di dalam bidang pekerjaannya masing-masing
b. Pembagian kerja
c. Bekerja sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan
d. Prinsip 5R (Ringkas, Resik, Rapi, rawat, dan rajin)
5. Layanan dan fasilitas Balai Besar Kerajinan dan Batik
a. Pelatihan di bidang kerajinan dan batik
b. Workshop mengenai kerajinan dan batik
c. Laboratorium
d. Perpustakaan.
6. Fungsi berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik
a. Melaksanakan pemasaran, kerjasama, pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi
b. Melaksanakan perencanaan, pengolahan dan koordinasi sarana dan prasaran
c. Melaksanakan Pengujian dan sertifikasi bahan baku.

B. Saran
Adapun saran-sarannya untuk Balai Besar Kerajinan dan Batik yaitu agar lebih menjaga kebersihan terhadap alat-alat membuat batik dan menambah pemandu peralatan, menjelaskan alat tersebut, serta meningkatkan saran dan prasarana.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Panduan Balai Besar Kerajinan dan Batik, Yogyakarta, 2010
http://www.batik.go.id
http://www.anakciremai.com

Download File lengkap Filetype: Microsof Word Klik Makalah Sejarah berdirinya Balai Besar Kerajinan dan Batik

Share this article to: Facebook Twitter Google+
Posted by Anakciremai, Published at 3:41 PM 0 comments
Post a Comment
..

Google+ Followers

...
....