.

MAKALAH UMUM TENTANG PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TELUR ITIK ASIN

MAKALAH UMUM TENTANG PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TELUR ITIK ASIN

MAKALAH UMUM TENTANG PENELITIAN PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TELUR ITIK ASIN

BAB I.
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah
Mendapatkan pangan yang bermutu, bergizi, dan aman adalah hak azasi manusia. Apabila mutu dapat bervariasi sesuai dengan selera dan kebudayaan setempat, maka persyaratan gizi ditetapkan agar pangan dapat memenuhi kebutuhan manusia. SMP Negeri 3 wonomulyo adalah salah satu sekolah yang terdapat pada kecamatan wonomulyo terletak 20 km dari kota kabupaten dan 270 km dari kota Makassar . mata pencaharian penduduk pada kecamatan wonomulyo lebih domonan pada bidang agraris, seperti pertanian, perkebunan dan peternakan. Pada sector peternakan. Wonomulyo adalah kecamatan yang menitik beratkan pada pengembangan itik petelur , sehingga pada setiap desa di kecamatan tersebut terdapat paling sedikit 10 kelompok peternak itik petelur, yang jumlah anggota dari setiap kelompok antara 20 -25 orang. Sehingga setiap kepala keluarga akan mendapatkan penghasilan selain dari bertani juga dari beternak itik petelur. Permasalahan akan muncul jika terjadi lonjakan produksi telur itik, dimana pasar sebagai penampung tidak dapat lagi menampung kenaikan produksi tersebut. yang akan membawa dampak kepada meruginya para peternak, apabila peternak melepaskan telur pada saat itu dapat dipastikan harga telur akan jatuh, dan jika tidak dilepaskan, telur akan membusuk karena telur tidak dapat bertahan lama dalam kondisi yang normal . Kelemahan dari sebutir telur adalah sifatnya yang mudah rusak (tidak awet) dan cepat busuk baik kerusakan fisik ataupun kerusakan kimiawi, akibat serangan mikroorganisme yang masuk kedalam telur melalui pori-pori kulit telur, oleh karena itulah maka diperlukan penanganan yang serius dalam rangka pengawetan telur. Sebenarnya sejak lama orang sudah mengenal usaha pengawetan telur seperti dengan cara diasinkan, ataupun diasap. Kualitas telur ditentukan oleh :
1. kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur, posisi kuning telur, dan ada tidaknya noda atau bintik darah pada putih atau kuning telur
2. kualitas bagian luar (bentuk dan warna kulit,permukaan telur, keutuhan, dan kebersihan kulit telur).
Umumnya telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang terbuka.. Penurunan mutu telur sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanandan kelembaban ruang penyimpanan.Prinsip pengawetan telur adalah untuk :
1. Mencegah masuknya bakteri pembusuk ke dalam telur;
2. Mencegah keluarnya air dari dalam telur.
Pengawetan telur dengan pengasinan akan menghasilkan telur asin bercita rasa khas dan umumnya disukai,. Telur yang diasinkan bersifat stabil, dapat disimpan tanpa mengalami proses perusakan. Dengan pengasinan rasa amis telur akan berkurang tidak berbau busuk, dan rasanya enak.Akan tetapi pengawetan telur dengan pengasinan memilki kelemahan yakni :Asin tidaknya telur asin dan keawetannya, sangat tergantung pada kadar garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin awet telur yang diasinkan, tetapi rasanya akan semakin asin. Selain itu pula Pengawetan telur dengan pengasinan akan menyebabkan kerugian yang relatif besar yaitu kehilangan berat, serta
penambahan ongkos produksi. ( informasi dari peternak itik ) Penggunaan ekstrak daun teh akan memperkecil kerugian dan dapat meningkatkan cita rasa telur asin, Zulaekah, Siti and Widiyaningsih, Endang Nur (2005). Penggunaan ekstrak daun teh dalam pengasian telur akan meningkatkan kualitas telur yaitu : Telur asin matang tahan selama 2~3 minggu . Pembubuhan larutan daun teh dalam adonan pengasin dapat meningkatkan ketahanan telur asin sampai 6 minggu. (Syamsinan, S.T. dan Soekarta.,1981). Hal ini disebabkan karena adanya kandungan tanin yang terdapat dalam daun teh yang berfungsi menutupi pori-pri kulit telur yang menghambat masuknya mikrorganisme kedalam telur . Selain daun teh , tumbuhan lain yang mengandung tanin adalah daun salam (Azis Saifudin, 2007), dan daun jambu, Maryati (2009), karena itulah maka kami tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh ekstrak daun jambu terhadap kualitas telur asin


B. Rumusan masalah
Berdasarkan atas latar belakang masalah tersebut di atas maka kami dapat merumuskan masalah tersebut dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut : “Apakah ada pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji (psidium guajava),terhadap kualitas telur asin”

C. Defenisi oprasional
Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel yaitu variabel terikat dan variabel bebas:
Variabael bebas : kualitas telur asin
Variabel terikat : Pemberian ekstrak daun jambu biji (psidium guajava)
Defenisi oprasional masing- masing variabel adalah sebagai berikut :
1. Kualita telur asin : yaitu dari penampakan fisik , warna, bau, dan rasa serta daya tehan penyimpanan telur asin
2. Ekstrak daun jambu biji : yaitu daun jambu biji (psidium guajava)segar yang ditumbuk / blender halus dan diambil sarinya melalui proses penyaringan

D. Tujuan penelitian
Berdasarkan atas rumusan masalah tersebut diatas maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Mencari alternatif lain dalam meningkatkan kualiatas telur asin
2. Apakah ada pengaruh ekstrak daun jambu biji (psidium guajava) terhadap kualitas telur asin

E. Manfaat penelitian
1. Sebagai bahan masukan bagi masyarakat dalam proses pengolahan telur
2. Sebagai bahan pembanding dan referensi bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang relevan dengan penelitian ini


Judul Makalah : PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TELUR ITIK ASIN
Nama Pengirim : Nasmur Kohar
School : -
Bidang Study : Makalah Umum Penelitian Remaja
Format File : Pdf
Ukuran File : 107 Kb
Update : Desember 2009
Download 1 : Click Here PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TELUR ITIK ASIN

Share this article to: Facebook Twitter Google+
Posted by Anakciremai, Published at 9:26 AM 0 comments
Post a Comment
..

Google+ Followers

...
....